Dimas Anugerah Wicaksono
Fakhri Husaini Marah Timnas Indonesia U-16 Dapat Hukuman Penalti
2018-08-01 08:59:44

Laga yang mempertemukan Timnas U-16 Indonesia melawan Myanmar pada matchday kedua penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa malam (31/7/2018), melahirkan keputusan kontroversial. Penyebabnya, Myanmar mendapatkan penalti pada menit ke-72.

Berdasarkan tayangan ulang, pemain nomor 4 Myanmar, Thaw Zin Htet terlihat berguling-guling di area kotak penalti. Insiden itu terjadi setelah Htet secara tiba-tiba menabrak kiper Timnas U-16 Indonesia Ernando Ari Sutaryadi, yang baru saja mengamankan bola.

Wasit Amdillah Zainuddin kemudian memberi hadiah penalti untuk Myanmar. Tak cukup sampai di situ, wasit asal Brunei tersebut juga menghukum Ernando dengan kartu kuning.

Gelandang Myanmar, Zaw Win Thein, yang tampil sebagai eksekutor penalti, mampu menjalankan tugas dengan menjebol gawang Indonesia. Insiden inilah yang memancing amarah Fakhri.

"Mengenai gol penalti, ini yang saya tidak mengerti. Di sepak bola, kiper itu wajib dilindungi. Saya sangat menyayangkan wasit tidak berkoordinasi dengan dengan hakim garis saat membuat keputusan itu. Saya yakin dia tidak melihat kejadiannya," ungkapnya dalam jumpa pers setelah pertandingan.

"Dia (wasit) tiba-tiba balik badan dan pemain Myanmar jatuh. Saya tidak tahu apakah di belakang kepalanya dia bisa melihat. Saya yakin pemain saya tidak menanduk atau mencederai pemain lawan," imbuhnya.

Dalam tayangan ulang, Htet terlihat melakukan diving meski sempat ada gerakan menghalangi dari Ernando. Htet juga tertangkap kamera memberikan jempol kepada bek Myanmar seolah itu kode, dia berhasil membuat timnya berkesempatan mencetak gol.

Secara tegas, Fakhri menyindir keputusan wasit soal ini. Dia merasa insiden ini bisa menjadi inspirasi bagi tim lain untuk bisa mendapatkan penalti tanpa perlu bersusah payah menyusun serangan.

"Ini akan jadi strategi baru. Kalau seperti ini menjadi penalti, saya besok akan pakai strategi guling-guling saja kepada pemain. Siapa pun yang memimpin pertandingan U-16 sangat wajib melindungi pemain," sentil Fakhri.

Gol tersebut memang tidak memberikan pengaruh hasil kepada 

Gelandang Myanmar, Zaw Win Thein, yang tampil sebagai eksekutor penalti, mampu menjalankan tugas dengan menjebol gawang Indonesia. Insiden inilah yang memancing amarah Fakhri.

"Mengenai gol penalti, ini yang saya tidak mengerti. Di sepak bola, kiper itu wajib dilindungi. Saya sangat menyayangkan wasit tidak berkoordinasi dengan dengan hakim garis saat membuat keputusan itu. Saya yakin dia tidak melihat kejadiannya," ungkapnya dalam jumpa pers setelah pertandingan.

"Dia (wasit) tiba-tiba balik badan dan pemain Myanmar jatuh. Saya tidak tahu apakah di belakang kepalanya dia bisa melihat. Saya yakin pemain saya tidak menanduk atau mencederai pemain lawan," imbuhnya.

Dalam tayangan ulang, Htet terlihat melakukan diving meski sempat ada gerakan menghalangi dari Ernando. Htet juga tertangkap kamera memberikan jempol kepada bek Myanmar seolah itu kode, dia berhasil membuat timnya berkesempatan mencetak gol.

Secara tegas, Fakhri menyindir keputusan wasit soal ini. Dia merasa insiden ini bisa menjadi inspirasi bagi tim lain untuk bisa mendapatkan penalti tanpa perlu bersusah payah menyusun serangan.

"Ini akan jadi strategi baru. Kalau seperti ini menjadi penalti, saya besok akan pakai strategi guling-guling saja kepada pemain. Siapa pun yang memimpin pertandingan U-16 sangat wajib melindungi pemain," sentil Fakhri.

Gol tersebut memang tidak memberikan pengaruh hasil kepada Timnas U-16 Indonesia. Sebab, sebelumnya Tim Garuda Muda telah mencetak dua gol lewat Bagus Kahfi (8', 25') dan tetap mengemas tiga poin dari laga ini.

 Sebab, sebelumnya Tim Garuda Muda telah mencetak dua gol lewat Bagus Kahfi (8', 25') dan tetap mengemas tiga poin dari laga ini.

Sumber : https://www.bola.com/indonesia/read/3606193/fakhri-husaini-marah-timnas-indonesia-u-16-dapat-hukuman-penalti
Apa reaksimu Sobat Kicklr ?
Kalo menurut Loe gimana Sobat Kicklr ?