Uchiha Hitachi
5 Alasan Liga 1 2020 Layak Dihentikan Permanen Alias Bubar Karena Pandemi Virus Corona
23 Mar 2020

PANDEMI virus corona membuat banyak jadwal kompetisi berantakan. Tidak hanya di Inggris, Italia, Spanyol, tapi juga di Indonesia.

Terbaru PSSI mengumumkan perpanjangan penghentian kompetisi Liga 1 dan Liga 2020. Awalnya dihentikan sampai awal April, tapi diperpanjang sampai batas waktu tidak ditentukan.

Semua karena virus corona atau COVID-19 menyerang Indonesia secara bertubi-tubi belakangan ini. Semua khawatir, resah, dan gelisah.

Rilis PSSI itu disertai dengan permintaan kepada operator kompetisi untuk melakukan kajian keuangan, dengan perkiraan kondisi terburuk. Tidak disebutkan secara pasti soal kondisi terburuk.

Tapi namanya kondisi terburuk, pastilah kompetisi dibubarkan karena kejadian force majeur. Seperti pada ISL 2015 karena izin yang dicabut Pemerintah RI.

Berikut 5 alasan yang kiranya layak membuat Liga 1 dan Liga 2 musim ini dibubarkan saja, karena pandemi virus corona:

Baru Awal Musim
KOMPETISI Liga 1 baru jalan 3 pekan, bahkan Persija dan Persebaya baru bermain 2 pekan. Liga 2 malah baru jalan 1 pekan. Jadi hasil pertandingan dan komposisi klasemen sekarang ini saat dihentikan sementara, belum mencerminkan persaingan sesungguhnya. Jadi kalau kompetisi dibubarkan, tidak ada tim yang dirugikan dari segi perolehan poin dan lain-lain.

Butuh Waktu Buat Pemain Siap
LIGA 1 dan Liga 2 dihentikan sejak pekan kedua Maret lalu. Sekarang memang ada beberapa tim yang masih menggelar latihan. Tapi dengan penghentian kompetisi lebih lama, otomatis pemain dirumahkan. Nah kondisi ini bisa membuat fisik pemain harus ditata lagi dari nol, untuk siap bermain di suatu pertandingan. 

Menurut salah satu pemain internasional dari Italia, Javier Pastore, setidaknya butuh waktu 20-30 hari persiapan buat pemain siap bermain di kompetisi lagi. Waktu 20-30 hari itu rasanya bakal menabrak tatanan waktu kalau kompetisi harus dilanjutkan.

Waktu Mepet
TAHUN ini merupakan tahun genap. Artinya tahun diselenggarakannya Piala AFF. Turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara. Tahun ini Piala AFF dijadwalkan berlangsung pada 23 November sampai 31 Desember. 

Jadi kompetisi domestik harus kelar sebelum November, biar tim pelatih timnas bisa mempersiapkan skuat secara maksimal. Kalau sekarang kompetisi diundur sampai batas waktu belum ditentukan, pastinya tenggat harus kelar sebelum November bakal berat. Tenaga pemain bakal diperas.

Shin Tae-yong Leluasa
KALAU kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dihentikan, pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong bisa leluasa memanggil pemain. Sebab, pemain tidak terikat kewajiban main di klub. 

Apalagi Shin Tae-yong memegang dua timnas di tahun ini, yaitu Timnas U-19 dan Timnas Senior. Timnas U-19 ada Piala Asia U-19 2020 dan Timnas Senior ada Piala AFF 2020.

Seandainya Shin Tae-yong punya waktu longgar, ia bisa memberi program latihan super buat para pemain. Karena tenaga para pemain bakal bugar, tidak terforsir di kompetisi.

Turnamen Bergulir Lagi
TURNAMEN seperti pramusim bisa digulirkan sebagai solusi klub mengisi waktu karena kompetisi dibubarkan. Seperti diketahui di pramusim kemarin, tidak ada turnamen resmi yang digelar PSSI.

Itu karena jadwal pelaksanaan Liga 1 yang harus kejar tayang mulai 29 Februari 2020, demi timnas dapat waktu proporsional untuk persiapan ajang internasional. Tapi dengan dihentikannya kompetisi sekarang ini, membuat tujuan kejar tayang itu tidak tercapai.

Misalnya Liga 1 dan Liga 2 dihentikan, maka turnamen seperti Piala Presiden, Piala Kemerdekaan, Piala Jenderal Sudirman, dan lain-lain bisa digelar lagi.*

Simak juga berita dan video menarik seputar sepak bola di semua sosial media KICKLR:
Facebook: https://www.facebook.com/kicklr/
Twitter: https://twitter.com/kicklrz
Instagram: https://www.instagram.com/kicklr/

Apa reaksimu Sobat Kicklr ?
Kalo menurut Loe gimana Sobat Kicklr ?