Uchiha Hitachi
Pesona Si Cantik Zhao Lina: Jadi Kiper saat Siang, Pemain Drum di Waktu Malam
20 May 2020

ANIME Jepang secara luar biasa berdampak besar terhadap perjalanan karier pemain hebat. Hidetoshi Nakata memutuskan mengejar karier sebagai pemain sepak bola, setelah menonton Kapten Tsubasa. 

Ada lagi pemain seperti James Rodriguez, Andres Iniesta, sampai Lionel Messi. Semua mendapatkan insprasi dari idola pada awal mereka merintis karier di lapangan hijau.

Namun ada cerita berbeda dari mantan kiper Timnas Wanita Cina, Zhao Lina. Bakat musiknya terinspirasi dari tokoh anime bernama Nana. Ini adalah kisah yang berpusar di antara bank punk rock.

"Saya menonton Nana pada 2005 ketika masih remaja dan bermain untuk tim wanita di Shanghai," kata Zhao Lina, 28 tahun kepada FIFA.com.

"Sebagai penggemar rock and roll, saya langsung jatuh cinta dengan cerita Nana, ketika melihatnya di televisi. Itu sangat keren. Saya terobsesi."

"Lalu sebuah ide muncul, mengapa saya tidak mencoba bermain drum?"

Jika ide itu dianggap gila, setidaknya tampak tidak impulsif. Zhao Lina mulai bermain sepak bola pada 1997. Ketika memutuskan belajar drum, dia sudah jadi kiper yang menjanjikan buat Shanghai. Tapi ia tetap bertekad mengimplementasikan rencana bermusiknya.

"Saya tidak bisa menahan godaan musik. Jadi selama akhir pekan, saya pergi mencari guru musik dan mulai belajar bermain drum."

"Selain latihan harian, saya akan menghabiskan banyak waktu luang untuk belajar dan berlatih bermain drum."

Kecintaannya terhadap musik ternyata dapat perhatian dari klub. Manajer tim mengizinkannya melanjutkan belajar musik di pusat latihan klub. 

"Saat pelatih setuju, tim mendirikan studio mini di gudang. Itu buat saya."

"Lalu saya menyiapkan beragam instrumen di sana. Setiap hari setelah latihan, saya ke sana dan berlatih drum."

"Saya terus melakukannya selama bertahun-tahun. Selama liburan saya pergi ke guru musik untuk belajar sesuatu yang baru."

"Di pusat latihan klub, ketika saya dengar musik yang bagus, pasti segera mencatatnya, sehingga di malam hari bisa mencobanya setelah berpeluh di lapangan."

Kemajuannya dalam bermusik sangat luar biasa. Bertahun-tahun pelatihan yang konsisten membuatnya menjadi drummer yang ulung.

Dia kemudian diundang bergabung dengan sebuah band. Maka mulailah ia tampil di depan umum. "Namun beberapa orang pergi dan band kami berpisah. Tapi beberapa dari kami masih bertemu dan bermain musik bersama, sampai hari ini."

PEKERJAAN UTAMA
Ternyata hobinya dalam bermusik tidak memberi efek negatif terhadap karier di sepak bola. Sebaliknya bermusik memberi inspirasi segar dalam mengejar target di sepak bola.

"Saya suka musik, tapi paling suka sepak bola." Dia lalu menyebutkan kiper favoritnya, yaitu David de Gea, pilar Manchester United FC.

"Saat memutuskan belajar musik, saya sadar bahwa sepak bola tetap pekerjaan utama."

"Jadi saya selalu memberi prioritas utama terhadap sepak bola. Bermusik tidak mencegah saya konsentrasi bermain sepak bola."

"Sebenarnya saya menemukan kesamaan antara bermain sepak bola dan musik."

"Menjadi kiper butuh tanggung jawab karena Anda menjaga jaring tim."

"Itu adalah tempat yang penting, meski Anda sering menghabiskan sebagian besar pertandingan dari belakang punggung rekan Anda."

"Nah itu mirip drummer. Selalu penyanyi yang menerima tepuk tangan, tapi sebagai anggota band, drummer harus fokus bermain dan menjalankan pekerjaan dengan baik. Itu butuh tanggung jawab."

Memang statistik Zhao Lina sebagai kiper tidak main-main. Pada 2015 bersama Shanghai, dia hanya kebobolan 11 kali dari 14 pertandingan. Di akhir musim Shanghai juara Liga Super Wanita Cina.

Performanya pada musim itu juga membuatnya dianugerahi gelar kiper terbaik Cina. Hebat!

Kemudian di tingkat internasional, meski absen di Piala Dunia Wanita 2015 Kanada karena cedera, dia menebusnya di Olimpiade Rio 2016. Dia bermain dalam semua pertandingan Cina, yang tersingkir di perempat final.

Sekarang prioritas Zhao Lina tidak lain adalah mempertahankan performa bersama Shanghai. Sambil tetap bermain drum.

"Saya tidak bisa meninggalkan sepak bola. Saya akan terus bermain untuk membayar mereka yang telah membantu saya selama bertahun-tahun."

"Saya tidak akan sejauh ini dan menjadi seperti sekarang kalau bukan karena sepak bola."

"Saya ingin menunjukkan bahwa sepak bola adalah sesuatu yang layak dikejar untuk banyak gadis muda hari ini."

"Dan, saya juga tidak akan berhenti dari musik. Tidak pernah."*

Simak juga berita dan video menarik seputar sepak bola di semua sosial media KICKLR:
Facebook: https://www.facebook.com/kicklr/
Twitter: https://twitter.com/kicklrz
Instagram: https://www.instagram.com/kicklr/

Apa reaksimu Sobat Kicklr ?
Kalo menurut Loe gimana Sobat Kicklr ?