Putri Mahmudah
Wawancara Ronaldo Nazario: Cerita Bangkit dari Dua Cedera Berat, dan Rasanya Mencium Trofi Piala Dunia
01 Jul 2020

RONALDO Nazario baru kembali menyentuh bola dalam tempo 2,5 tahun, sebelum Piala Dunia 2002 Korea/Jepang. Namun setelah 30 hari di timur jauh, O Fenomeno, mendapat Sepatu Emas dan trofi Piala Dunia.

FIFA bertemu dengan Ronaldo untuk mengingat kembali pemulihannya dari dua cedera berat, kemudian mampu memenangi Piala Dunia Korea/Jepang. Termasuk ketika jadi remaja dalam skuat Brasil di Piala Dunia 1994.

Berikut petikannya:

Bagaimana rasanya mengangkat trofi Piala Dunia?
Sungguh luar biasa. Sangat menyentuh melihat berapa banyak orang yang gembira setelah kami juara. Saya sangat ingin menjadi juara dunia. Mencapai tujuan itu membuat saya sangat bahagia.

Seberapa sering Anda berpikir tentang mengangkat trofi juara dunia sebelum Korea/Jepang 2002?
Setiap hari selama seminggu dan sebulan sebelum turnamen. Setiap menit selama bermain di pertandingan Korea/Jepang. Saya biasa memvisualisasikan trofi di depan mata dan membayangkan betapa indah rasanya memegang trofi di udara. Perasan yang luar biasa setelah benar-benar bisa memegangnya di tangan, lalu menciumnya.

Anda sangat menderita sebelum Piala Dunia 2002. Anda punya dua cedera lutut yang serius dan menepi selama dua tahun. Bagaimana Anda mengatasinya?
Itu adalah cobaan yang sangat berat dan seperti tidak pernah berakhir buat saya. Keluarga, fisioterapis, dan dokter, semuanya mendorong saya untuk terus bertahan. Dan itu sangat berharga. Dorongan besar lainnya adalah saya menjadi ayah untuk pertama kalinya saat cedera. Kelahiran putra saya, Ronald, memberi kekuatan ekstra untuk menanggung siksa cedera yang tidak berkesudahan.

Beberapa dokter bahkan memperkirakan karier Anda sudah berakhir saat cedera lutut untuk kedua kalinya...
Sejujurnya saya tidak pernah berpikir itu adalah akhir dari karier sebagai pemain sepak bola. Saya tidak pernah ragu bahwa bisa kembali ke lapangan. Saya juga tidak pernah ragu sedetikpun kalau pemulihan panjang, rehabilitasi, dan semua rasa sakit itu sia-sia. Itu semua sangat berharga buat saya.

Di mana Anda dapat kekuatan mental untuk menanggung dua cedera serius, lalu kembali ke level dunia lagi?
Saya punya kemauan yang sangat kuat. Hasrat saya di sepak bola juga tidak pernah terpuaskan. Tidak ada usaha yang tidak besar dari saya. Penderitaan seperti apapun akan saya jalani demi bisa bermain sepak bola lagi. Saya tidak hanya bermain sepak bola, saya menghirup sepak bola.

Apa yang Anda pikirkan tentang Korea/Jepang 2002 sebagai sebuah turnamen?
Orang-orang terpesona dengan Piala Dunia itu. Tidak hanya di Korea dan Jepang. Sebagian besar pertandingan sangat menarik. Ada banyak gol indah dan gerakan brilian. Kejuaraan itu menjadi keberhasilan yang luar biasa. Stadion luar biasa, suasana menggetarkan, dan keramahan tuan rumah yang luar biasa.

Anda sudah masuk Timnas Brasil di Piala Dunia 1994 Amerika Serikat. Tapi hanya jadi cadangan mati karena Anda masih sangat muda ketika itu, mungkin...
Saya tetap sangat senang ketika itu. Tapi rasanya memang berbeda jika Anda jadi juara dunia sebagai pemain pengganti dengan pemain inti. Tapi bagaimanapun 23 pemain Brasil yang memenangi gelar 2002 senang dengan sukses itu. Masing-masing dari mereka memainkan peran dalam kemenangan luar biasa dan mereka semua bisa bangga. Bukan Rivaldo, Ronaldinho, atau Ronaldo yang menjadi juara dunia. Tapi sekelompok pemain Brasil yang memainkan sepak bola brilian dan selaras, baik di dalam maupun luar lapangan.*

Simak juga berita dan video menarik seputar sepak bola di semua sosial media KICKLR:
Facebook: https://www.facebook.com/kicklr/
Twitter: https://twitter.com/kicklrz
Instagram: https://www.instagram.com/kicklr/

Apa reaksimu Sobat Kicklr ?
Kalo menurut Loe gimana Sobat Kicklr ?