Dimas Anugerah Wicaksono
Melihat Sepak Bola di Liechtenstein, Negara Kecil dengan Hanya 38 Ribu Penduduk
01 Aug 2020

LIECHTENSTEIN merupakan salah satu negara terkecil di dunia. Tapi negara berbentuk kerajaan itu telah menikmati pencapaian signifikan di sepak bola. Misi berikutnya adalah mengembangkan sepak bola wanita.

Jika pencapaian sepak bola diukur secara relatif, maka Liechtenstein dapat dianggap sebagai negara elite di dunia. 

Negara mikro di Eropa tengah itu akan selalu terhambat oleh daratan dan populasinya yang begitu sedikit. Tapi keinginan untuk terus maju di bidang sepak bola, tidak bisa dibantah.

Sejak memulai debut di sepak bola ketika kualifikasi Piala Eropa 1996, Liechtenstein telah mengambil tujuh kemenangan kompetisi. Bersama dengan serangkaian hasil seri melawan beberapa negara yang memiliki peringkat tinggi.

Itu bukan prestasi kecil mengingat sebagian besar stadion nasional lawan kapasitasnya lebih banyak, dibandingkan populasi 38 ribu jiwa di Liechtenstein.

Negara kecil ini pernah menang atas Islandia, Azerbaijan, Latvia, dan lainnya di berbagai ajang. Kemudian hasil imbang paling ikonis ketika menahan imbang Portugal lengkap dengan Cristiano Ronaldo-nya, skor 2-2, saat kualifikasi Piala Dunia 2006.

Liechtenstein diapit Swiss dan Austria. Vaduz, ibukota Liechtenstein, hanya dihuni 5.000 jiwa. Negara ini hanya memiliki 7 klub sepak bola. Dan, inilah negara satu-satunya anggota UEFA yang tidak memiliki liga sendiri.

Klub Liechtenstein "menumpang" hidup di Liga Swiss. FC Vaduz adalah klub terkuat di Liechtenstein, tidak diragukan lagi pastinya. Klub itu termasuk papan atas di Liga Swiss.

FC Vaduz dan Timnas Liechtenstein memainkan pertandingan kandang di Rheinpark. Terletak di tepi sungau yang terkenal itu, stadion tersebut menawarkan pemandangan kastil dan pegunungan Alpen yang tertutup salju abadi.

Hebatnya, kapasitas stadion itu lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk ibukota. Kapasitas Stadion Rheinpark adalah 7.000 tempat duduk.

Kepala Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Liechtenstein (LFV) dijabat oleh Peter Jehle. Ia mantan pemain timnas. Sampai sekarang memegang caps paling banyak. 

Kemudian pemain terkenal Liechtenstein sekarang ini adalah Mario Fick. Pemain FC Vaduz itu sedang berjuang mengembalikan tim ke Liga Super Swiss. 

Sekarang ini misi besar LFV adalah mengembangkan permainan lebih lanjut. Meningkatkan level permainan.

LFC juga memelihara beberapa program untuk mempertahankan masa depan sepak bola di negaranya. Ada sekitar 2.000 pemain sepak bola di sana.

LFV turut menempatkan fokus untuk pengembangan sepak bola wanita. Timnas wanita Liechtenstein berusaha untuk diwujudkan pada akhir tahun nanti.

"Beruntung banyak anak laki-laki dan perempuan masih menemukan jalan mereka ke sepak bola," kata Peter Jehle.

"Namun masyarakat di sini mulai menunjukkan tren ke arah individualisme, jauh dari olahraga tim. Itu membuat kami khawatir."

"Jadi kami harus melakukan lebih banyak lagi mempromosikan olahraga sepak bola, kepada pria dan wanita."

"Sebagai negara mikro, sulit buat kami mengakses arus keuangan. Misalnya mendatangkan sponsor."

"Buat kami dana bantuan dari UEFA dan FIFA sangat penting untuk bertahan hidup Tanpa bantuan UEFA dan FIFA, misi kami tidak bisa tercapai."*

Simak juga berita dan video menarik seputar sepak bola di semua sosial media KICKLR:
Facebook: https://www.facebook.com/kicklr/
Twitter: https://twitter.com/kicklrz
Instagram: https://www.instagram.com/kicklr/

Apa reaksimu Sobat Kicklr ?
Kalo menurut Loe gimana Sobat Kicklr ?